Nusa Tenggara Timur
Gempa M7,7 merusak tempat ibadah warga NTT. Mari bantu pulihkan masjid terdampak agar anak-anak dapat kembali mengaji dan warga beribadah dengan layak.

Bagaimana rasanya ketika tempat yang selama ini menjadi tempat beribadah dan berkumpul tiba-tiba rusak akibat gempa?
Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 turut menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, dan sejumlah tempat ibadah.
Bagi masyarakat NTT, masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan salat. Masjid juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, warga berkumpul, serta saling menguatkan di tengah kehidupan yang sedang diuji.
Kerusakan masjid membuat sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas ibadah dengan nyaman. Di tengah proses pemulihan pascagempa, mereka harus kembali membangun kehidupan sekaligus memulihkan tempat ibadah yang menjadi bagian penting dari keseharian mereka.

Bayangkan anak-anak yang biasanya mengaji bersama kini harus mencari tempat lain. Bayangkan warga yang ingin beribadah harus menyesuaikan diri dengan kondisi bangunan yang belum layak.
Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memperbaiki bangunan.
Mereka membutuhkan kembali ruang untuk bersujud, belajar, berkumpul, dan menumbuhkan harapan.
Melalui Program Masjid untuk NTT, Yayasan Amal Produktif mengajak para donatur membantu pemulihan masjid yang terdampak gempa.
Donasi akan mendukung kebutuhan pemulihan sesuai kondisi di lapangan, mulai dari perbaikan bangunan, fasilitas pendukung, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan aktivitas mengaji masyarakat.

Masjid yang kembali digunakan berarti anak-anak dapat kembali mengaji, warga dapat kembali beribadah dengan nyaman, dan masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul serta saling menguatkan.
Mari bersama Yayasan Amal Produktif pulihkan masjid terdampak gempa di NTT.