Nusa Tenggara Timur
Gempa merusak Masjid Fathurrahman di Wakol, NTT. Mari bantu 200 jemaah dan mualaf membangun kembali tempat ibadah serta sarana air wudhu yang layak.

Bagaimana jika tempat yang selama ini menjadi tempat bersujud, mengaji, dan berkumpul bersama tiba-tiba tidak bisa digunakan lagi?
Inilah yang dialami warga Kampung Wakol, Desa Nanga Mbaling, Manggarai Timur, NTT setelah gempa berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Masjid Fathurrahman mengalami kerusakan parah. Dinding bangunan retak, ruang imam terpisah dan amblas, sementara bagian atap sudah membahayakan keselamatan jemaah.
Masjid yang selama ini digunakan oleh 96 KK atau sekitar 200 jemaah, termasuk keluarga mualaf dan santri TPQ, kini tidak dapat digunakan kembali.
Untuk tetap melaksanakan shalat berjamaah, warga harus menggunakan mushola darurat berdinding bambu, beralaskan tanah, dan beratapkan seng pinjaman dari sekolah.
Tak hanya tempat ibadah, kebutuhan air untuk berwudhu pun menjadi persoalan. Warga harus berjalan sekitar 300 meter melalui jalan menanjak sambil membawa air, atau bergantung pada tetangga.
Di wilayah pegunungan yang juga belum terjangkau listrik PLN ini, kehidupan sehari-hari warga semakin penuh keterbatasan.

Melalui program ini, Yayasan Amal Produktif mengajak kita bersama-sama membantu memulihkan kembali sarana ibadah warga Kampung Wakol.
Bantuan akan digunakan untuk:
Membangun masjid permanen yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi wilayah yang rawan gempa.
Membangun perpipaan dan tandon dari sumber air yang berjarak sekitar 300 meter agar warga lebih mudah mendapatkan air untuk berwudhu.
Mendukung kebutuhan masjid dan kegiatan mengaji melalui penyediaan sarana listrik/genset mandiri.

Masjid Fathurrahman bukan hanya sebuah bangunan. Di sanalah warga melaksanakan shalat berjamaah, anak-anak belajar Al-Qur'an, dan masyarakat menjaga kebersamaan.
Dengan membantu membangunnya kembali, kita ikut membuka jalan agar ±200 jemaah dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman.
Mari bersama membantu warga Kampung Wakol bangkit setelah gempa.
Sekecil apapun bantuan yang diberikan, insya Allah menjadi bagian dari kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan.