Kalimantan Tengah
Ribuan titik panas membakar Kalimantan dan mengancam kesehatan warga. Bersama Yayasan Amal Produktif, mari hadirkan udara bersih dan bantuan mendesak untuk mereka.

Bayangkan jika udara yang setiap hari kita hirup tiba-tiba dipenuhi asap.
Bagi saudara-saudara kita di Kalimantan, kondisi ini sedang mereka hadapi.
Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pada 19 Agustus 2026, pemerintah mencatat 518 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut.
Bahkan berdasarkan pemantauan hingga 20 Agustus, tercatat 1.487 titik panas tersebar di wilayah Kalimantan.
Namun dibalik angka-angka tersebut, ada masyarakat yang harus menjalani hari dalam kepungan asap.
Anak-anak harus membatasi aktivitas di luar rumah.
Orang tua khawatir dengan kesehatan keluarganya.
Lansia dan kelompok rentan harus menghadapi risiko paparan asap yang lebih besar.
Dan bagi masyarakat yang tinggal dekat wilayah kebakaran, rasa khawatir tidak hanya datang dari asap, tetapi juga dari ancaman api yang terus menyebar.
Pemerintah dan petugas terus berupaya mengendalikan karhutla. Ribuan personel telah dikerahkan dan operasi pemadaman udara maupun darat terus diperkuat.
Namun masyarakat terdampak juga membutuhkan dukungan.
Melalui Program Bantu Kalimantan Bernapas Kembali, Yayasan Amal Produktif mengajak para donatur untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sesuai kondisi di lapangan.
Bantuan dapat diarahkan untuk:

Mungkin bagi kita, satu masker terlihat sederhana.
Satu paket makanan mungkin terasa kecil.
Namun bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi sulit, bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Mari hadir untuk saudara-saudara kita di Kalimantan.
Mari bantu mereka melewati masa sulit ini.
Bantu Kalimantan Bernapas Kembali
Yayasan Amal Produktif
Satu kepedulian dari kita, menjadi harapan bagi mereka.